Roda itu selalu berputar.. kadang ada kalanya dibawah..ada pula posisi diatas.. janganlah menyerah untuk mencapai apa yang kau inginkan.. "Be The Best In your life"..because the Best never last" tak ada kata terlambat untuk selalu mencoba. "من جدّاوجدا "
Kamis, 21 Juli 2016
5 Pilar Merajut Keluarga Sakinah
Siapa seh yang tidak mendambakan keluarga sakinnah??? Yang disertai dengan mawaddah wa rahmah didalamnya… ooowww, tentu semua orang sangat mendambakanya …begitu juga dengan penulis.
Well guys, seperti yang kita ketahui, masyarakat adalah cerminan kondisi keluarga, jika keluarga sehat berarti masyarakatnya juga sehat. Jika keluarga bahagia berarti masyarakatnya juga bahagia. Bukan begitu??? Ada beberapa artikel yang saya kumpulkan dan saya kembangkan sendiri...hehhehehe. disini saya akan menulis 5 pilar membentuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, nah.. diantaranya sebagai berikut:
1. Dalam keluarga itu ada mawaddah dan rahmah (Q/30:21). Mawaddah adalah jenis cinta membara, yang menggebu-gebu dan "nggemesin", sedangkan rahmah adalah jenis cinta yang lembut, siap berkorban dan siap melindungi kepada yang dicintai. Mawaddah saja kurang menjamin kelangsungan rumah tangga, sebaliknya, rahmah, lama kelamaan menumbuhkan mawaddah.
2. Hubungan antara suami isteri harus atas dasar saling membutuhkan, seperti pakaian dan yang memakainya (hunna libasun lakum wa antum libasun lahunna, Q/2:187). Fungsi pakaian ada tiga, yaitu
(a) menutup aurat,
(b) melindungi diri dari panas dingin, dan
(c) perhiasan.
Suami terhadap isteri dan sebaliknya harus menfungsikan diri dalam tiga hal tersebut. Jika isteri mempunyai suatu kekurangan, suami tidak menceriterakan kepada orang lain, begitu juga sebaliknya. Jika isteri sakit, suami segera mencari obat atau membawa ke dokter, begitu juga sebaliknya. Isteri harus selalu tampil membanggakan suami, suami juga harus tampil membanggakan isteri, jangan terbalik di luaran tampil menarik orang banyak, di rumah "nglombrot" menyebalkan.
3. Suami isteri dalam bergaul memperhatikan hal-hal yang secara sosial dianggap patut (ma`ruf), tidak asal benar dan hak, Wa`a syiruhunna bil ma`ruf (Q/4:19). Besarnya mahar, nafkah, cara bergaul dan sebagainya harus memperhatikan nilai-nilai ma`ruf. Hal ini terutama harus diperhatikan oleh suami isteri yang berasal dari kultur yang menyolok perbedaannya.
4. Menurut hadis Nabi, pilar keluarga sakinah itu ada empat (idza aradallohu bi ahli baitin khoiran dst);
(a) memiliki kecenderungan kepada agama,
(b) yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda,
(c) sederhana dalam belanja,
(d) santun dalam bergaul dan
(e) selalu introspeksi.
5. Menurut hadis Nabi juga, empat hal akan menjadi faktor yang mendatangkan kebahagiaan keluarga (arba`un min sa`adat al mar'i), yakni
(a) suami / isteri yang setia (saleh/salehah),
(b) anak-anakyang berbakti,
(c) lingkungan sosial yang sehat , dan
(d) dekat rizkinya.
Kini saatnya bagi kita semua untuk merenunginya, melakukan refleksi diri,introspeksi diri, apakah kita sudah berjalan pada koridor yang diinginkan oleh Allah dalam menjalakan kehidupan berumah tangga ataukah belum...???
semoga artikel ini bermanfaat untuk dapat mewujudkan sebuah keluarga yang sakinah,Mawaddah Wa rahmah... amiin..amiin ..ya mujibbasa'ilin...
Rabu, 20 Juli 2016
Menuju Keluarga Sakinnah, Mawaddah, Wa Rahmah
Siapa sih yang gak mendambakan Rumah tangga yang ideal dan sempurna, harmonis dan bebas dari konflik ? tentu saja ini menjadi dambaan setiap pasangan suami istri. Dan bisa dibilang sayapun juga menginginkan seperti itu. Tapi , tentunya riak-riak kecil dalam hubungan pernikahan itu, pasti akan terjadi. Dan pada suatu titik itu kita akan menemui perbedaan pendapat, perselisihan, hingga pertengkaran. Hal ini wajar dan normal, selama masih berada dalam kendali kedua pasangan.
Saya akan share beberapa artikel yang pernah saya baca, dan mudah-mudahan ini bermanfaat buat kita semua dan bisa membantu kita untuk membangun rumah tangga yang lebih kokoh dan harmonis, sakinnah mawaddah wa rahmah. Amin..
1. Dengarkan
Langkah pertama dan paling dasar dalam mengatasi masalah rumah tangga adalah mendengarkan dengan baik berbagai problem maupun berbagai hal yang dinilai kurang "sreg" di hati pasangan. Sebelum mengungkapkan masalah yang kita miliki, akan lebih baik jika terlebih dahulu mencoba mendengarkan dari sudut pandang suami atau istri.
Cobalah untuk menjadi pendengar yang baik. Jangan memotong pembicaraan sebelum sang pasangan selesai menuturkan semua permasalahannya kepada kita. Saat mendengarkan, pikirkan pula langkah selanjutnya yang akan kita ambil, jangan sekedar masuk telinga kiri dan keluar melalui telinga kanan.
2. Berpikir dari sudut pandang pasangan
Setelah kita mendapat gambaran dari sudut pandang pasangan, cobalah untuk memandang masalah yang dihadapi dari perspektif pasangan. Hal ini berguna untuk benar-benar memahami posisinya dalam masalah yang sedang kita berdua hadapi. Pikirkanlah konsekuensi, kerugian, kesedihan, atau bahkan rasa sakit yang harus ditanggung sang pasangan.
Ingat, tahap ini sangat penting dan jangan pernah dilewatkan. Kemampuan untuk memahami pasangan sangat penting, apalagi jika kita berposisi sebagai seorang pria. Wanita memiliki perasaan sensitif yang harus selalu dijaga.
3. Nada suara
Ketika sedang berdiskusi tentang berbagai problem dan masalah rumah tangga, perhatikanlah nada suara anda. Kemarahan dan perasaan tidak enak dari lawan bicara sebagian besar timbul karena cara kita mengungkapkan suatu hal. Walaupun sebenarnya hal yang kita ungkapkan tidak menyinggung perasaan, namun kita mengucapkannya dengan nada suara yang salah, hal ini bisa menimbulkan kemarahan dan kesalahpahaman.
Cobalah untuk menghindari berbicara dengan nada suara tinggi. Untuk kaum wanita, jangan merepet dan mencecar suami dengan berbagai pernyataan dan pertanyaan. Bicara dengan tenang, dan beri jeda agar pasangan kita memiliki waktu untuk mengungkapkan pikirannya.
4. Ingat komitmen yang sudah disepakati sebagai pasangan
Jika masalah rumah tangga yang dihadapi begitu berat sehingga membahayakan stabilitas hubungan berdua, ingatlah komitmen ketika memutuskan untuk hidup bersama. Sadarilah bahwa masalah akan selalu ada dalam hidup manusia, dan jangan biarkan sedikit rintangan menghancurkan komitmen dan janji suci yang sudah diungkapkan sebelum menikah.
Ada berbagai unsur yang bisa digunakan untuk mengingatkan komitmen yang sudah dibangun dengan pasangan, seperti masa depan anak, investasi, maupun mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan bersama keluarga. Faktor-faktor seperti agama, status sosial, maupun prinsip hidup juga bisa menjadi pertimbangan tersendiri.
5. Saling terbuka
Komunikasi yang sehat mutlak diperlukan untuk membangun rumah tangga yang harmonis. Kunci untuk komunikasi yang sehat dalam keluarga adalah keterbukaan. Menjalin rumah tangga berarti siap untuk membuka diri kita sepenuhnya pada pasangan dan tidak menyimpan rahasia tertentu dari orang yang kita cintai.
Kembangkan juga sikap saling terbuka untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh kita berdua. Jangan saling memendam emosi, karena emosi yang dipendam selama beberapa saat bisa meledak menjadi sebuah bom waktu yang menghancurkan rumah tangga yang dibangun dengan susah payah.
6. Bicarakan masalah dalam suasana yang tepat
Timing adalah satu lagi faktor penting yang harus diperhatikan jika ingin menyelesaikan problematika rumah tangga dengan baik. Kita harus tahu kapan saat harus mengungkapkan masalah yang kita miliki dan kapan harus menundanya. Perhatikan benar-benar kondisi diri kita dan pasangan saat ingin membicarakan sebuah problem yang vital.
Pastikan untuk membicarakan masalah saat kondisi fisik maupun emosi kita berdua dalam keadaan stabil, sehingga solusi bisa dipikirkan dengan kepala dingin. Mood yang baik juga sangat membantu untuk mencari penyelesaian yang menguntungkan kedua belah pihak.
7. Kontrol emosi
Satu poin lagi yang paling penting, jangan emosional saat membicarakan sebuah masalah rumah tangga, apalagi saat mengambil keputusan dan menentukan solusi. Emosi yang tidak terkontrol bisa merubah sebuah diskusi menjadi pertengkaran hebat yang bisa meninggalkan luka yang sangat dalam bagi anda, pasangan, maupun anggota keluarga yang lain.
Saat kita merasa emosi sudah memuncak, jangan ragu untuk mengakhiri pembicaraan. Ingat, sebelum mengungkapkan kata-kata atau melakukan perbuatan yang bisa menyakiti pasangan, pikirkanlah baik-baik. Jangan sampai emosi sesaat merusak hubungan yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.
8. Bantuan dari pihak ketiga
Sebisa mungkin, masalah rumah tangga sepantasnya diselesaikan secara internal saja, tanpa campur tangan dari pihak luar. Namun jika kitaberdua menemui jalan buntu, maka jangan ragu untuk meminta bantuan dari pihak keluarga kitaatau pasangan. Tentu saja hal ini harus dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak, dan tidak serta merta mengundang pihak dari luar tanpa sepengetahuan pasangan.
Jika ingin lebih netral dan profesional, kitabisa mengikuti konseling atau meminta nasihat psikolog. Konseling seperti ini biasa disebut sebagai marital counseling, dan sudah biasa dilakukan oleh pasangan-pasangan di negara barat.
9. Biarkan cinta berbicara
Sebesar apapun masalah rumah tangga yang dihadapi, ingatlah bahwa kita(anda & pasangan) berdua pernah dan masih saling mencintai. Gunakanlah rasa cinta tersebut sebagai sumber energi untuk membantu kita (anda & pasangan) dan pasangan mengatasi gelombang masalah yang menimpa. Saat sedang bertengkar, cobalah ingat saat-saat di mana cinta kita (anda & pasangan) berdua sedang kuat-kuatnya, seperti pada saat pacaran atau periode awal menikah.
Berhubungan intim juga bisa sangat membantu untuk mengatasi masalah rumah tangga, setidaknya meyakinkan bahwa di antara kita (anda & pasangan) berdua masih terjalin sebuah ikatan yang kuat dan spesial. Rasa cinta adalah salah satu elemen paling ampuh yang bisa digunakan untuk menghindari pertengkaran dan memperkuat bahtera keluarga.
10. Cari jalan tengah yang menguntungkan kedua belah pihak
Setelah kita(anda & pasangan) melakukan sebagian atau semua poin di atas, maka tibalah saatnya untuk mengambil keputusan dan menemukan solusi. Tujuan utama dalam mengatasi masalah rumah tangga adalah dengan menemukan win-win solution alias solusi yang menguntungkan bagi kita (anda & pasangan). Jangan mengambil solusi yang berat sebelah atau yang merugikan salah satu pihak.
Saat memutuskan sesuatu, pastikan bahwa pasangan kita menyetujui keputusan tersebut, dan kita juga merasa sreg untuk menerimanya. Langkah selanjutnya adalah berkomitmen terhadap solusi dan keputusan yang sudah diambil, dan menggunakan masalah yang dihadapi menjadi sebuah pengalaman berharga yang bisa membuat diri kitamaupun pasangan menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi hidup. Semoga tips-tips ini bermanfaat dan berguna.
Dan semoga rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang sakinnah, mawaddah warahmah.. amin..
Saya akan share beberapa artikel yang pernah saya baca, dan mudah-mudahan ini bermanfaat buat kita semua dan bisa membantu kita untuk membangun rumah tangga yang lebih kokoh dan harmonis, sakinnah mawaddah wa rahmah. Amin..
1. Dengarkan
Langkah pertama dan paling dasar dalam mengatasi masalah rumah tangga adalah mendengarkan dengan baik berbagai problem maupun berbagai hal yang dinilai kurang "sreg" di hati pasangan. Sebelum mengungkapkan masalah yang kita miliki, akan lebih baik jika terlebih dahulu mencoba mendengarkan dari sudut pandang suami atau istri.
Cobalah untuk menjadi pendengar yang baik. Jangan memotong pembicaraan sebelum sang pasangan selesai menuturkan semua permasalahannya kepada kita. Saat mendengarkan, pikirkan pula langkah selanjutnya yang akan kita ambil, jangan sekedar masuk telinga kiri dan keluar melalui telinga kanan.
2. Berpikir dari sudut pandang pasangan
Setelah kita mendapat gambaran dari sudut pandang pasangan, cobalah untuk memandang masalah yang dihadapi dari perspektif pasangan. Hal ini berguna untuk benar-benar memahami posisinya dalam masalah yang sedang kita berdua hadapi. Pikirkanlah konsekuensi, kerugian, kesedihan, atau bahkan rasa sakit yang harus ditanggung sang pasangan.
Ingat, tahap ini sangat penting dan jangan pernah dilewatkan. Kemampuan untuk memahami pasangan sangat penting, apalagi jika kita berposisi sebagai seorang pria. Wanita memiliki perasaan sensitif yang harus selalu dijaga.
3. Nada suara
Ketika sedang berdiskusi tentang berbagai problem dan masalah rumah tangga, perhatikanlah nada suara anda. Kemarahan dan perasaan tidak enak dari lawan bicara sebagian besar timbul karena cara kita mengungkapkan suatu hal. Walaupun sebenarnya hal yang kita ungkapkan tidak menyinggung perasaan, namun kita mengucapkannya dengan nada suara yang salah, hal ini bisa menimbulkan kemarahan dan kesalahpahaman.
Cobalah untuk menghindari berbicara dengan nada suara tinggi. Untuk kaum wanita, jangan merepet dan mencecar suami dengan berbagai pernyataan dan pertanyaan. Bicara dengan tenang, dan beri jeda agar pasangan kita memiliki waktu untuk mengungkapkan pikirannya.
4. Ingat komitmen yang sudah disepakati sebagai pasangan
Jika masalah rumah tangga yang dihadapi begitu berat sehingga membahayakan stabilitas hubungan berdua, ingatlah komitmen ketika memutuskan untuk hidup bersama. Sadarilah bahwa masalah akan selalu ada dalam hidup manusia, dan jangan biarkan sedikit rintangan menghancurkan komitmen dan janji suci yang sudah diungkapkan sebelum menikah.
Ada berbagai unsur yang bisa digunakan untuk mengingatkan komitmen yang sudah dibangun dengan pasangan, seperti masa depan anak, investasi, maupun mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan bersama keluarga. Faktor-faktor seperti agama, status sosial, maupun prinsip hidup juga bisa menjadi pertimbangan tersendiri.
5. Saling terbuka
Komunikasi yang sehat mutlak diperlukan untuk membangun rumah tangga yang harmonis. Kunci untuk komunikasi yang sehat dalam keluarga adalah keterbukaan. Menjalin rumah tangga berarti siap untuk membuka diri kita sepenuhnya pada pasangan dan tidak menyimpan rahasia tertentu dari orang yang kita cintai.
Kembangkan juga sikap saling terbuka untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh kita berdua. Jangan saling memendam emosi, karena emosi yang dipendam selama beberapa saat bisa meledak menjadi sebuah bom waktu yang menghancurkan rumah tangga yang dibangun dengan susah payah.
6. Bicarakan masalah dalam suasana yang tepat
Timing adalah satu lagi faktor penting yang harus diperhatikan jika ingin menyelesaikan problematika rumah tangga dengan baik. Kita harus tahu kapan saat harus mengungkapkan masalah yang kita miliki dan kapan harus menundanya. Perhatikan benar-benar kondisi diri kita dan pasangan saat ingin membicarakan sebuah problem yang vital.
Pastikan untuk membicarakan masalah saat kondisi fisik maupun emosi kita berdua dalam keadaan stabil, sehingga solusi bisa dipikirkan dengan kepala dingin. Mood yang baik juga sangat membantu untuk mencari penyelesaian yang menguntungkan kedua belah pihak.
7. Kontrol emosi
Satu poin lagi yang paling penting, jangan emosional saat membicarakan sebuah masalah rumah tangga, apalagi saat mengambil keputusan dan menentukan solusi. Emosi yang tidak terkontrol bisa merubah sebuah diskusi menjadi pertengkaran hebat yang bisa meninggalkan luka yang sangat dalam bagi anda, pasangan, maupun anggota keluarga yang lain.
Saat kita merasa emosi sudah memuncak, jangan ragu untuk mengakhiri pembicaraan. Ingat, sebelum mengungkapkan kata-kata atau melakukan perbuatan yang bisa menyakiti pasangan, pikirkanlah baik-baik. Jangan sampai emosi sesaat merusak hubungan yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.
8. Bantuan dari pihak ketiga
Sebisa mungkin, masalah rumah tangga sepantasnya diselesaikan secara internal saja, tanpa campur tangan dari pihak luar. Namun jika kitaberdua menemui jalan buntu, maka jangan ragu untuk meminta bantuan dari pihak keluarga kitaatau pasangan. Tentu saja hal ini harus dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak, dan tidak serta merta mengundang pihak dari luar tanpa sepengetahuan pasangan.
Jika ingin lebih netral dan profesional, kitabisa mengikuti konseling atau meminta nasihat psikolog. Konseling seperti ini biasa disebut sebagai marital counseling, dan sudah biasa dilakukan oleh pasangan-pasangan di negara barat.
9. Biarkan cinta berbicara
Sebesar apapun masalah rumah tangga yang dihadapi, ingatlah bahwa kita(anda & pasangan) berdua pernah dan masih saling mencintai. Gunakanlah rasa cinta tersebut sebagai sumber energi untuk membantu kita (anda & pasangan) dan pasangan mengatasi gelombang masalah yang menimpa. Saat sedang bertengkar, cobalah ingat saat-saat di mana cinta kita (anda & pasangan) berdua sedang kuat-kuatnya, seperti pada saat pacaran atau periode awal menikah.
Berhubungan intim juga bisa sangat membantu untuk mengatasi masalah rumah tangga, setidaknya meyakinkan bahwa di antara kita (anda & pasangan) berdua masih terjalin sebuah ikatan yang kuat dan spesial. Rasa cinta adalah salah satu elemen paling ampuh yang bisa digunakan untuk menghindari pertengkaran dan memperkuat bahtera keluarga.
10. Cari jalan tengah yang menguntungkan kedua belah pihak
Setelah kita(anda & pasangan) melakukan sebagian atau semua poin di atas, maka tibalah saatnya untuk mengambil keputusan dan menemukan solusi. Tujuan utama dalam mengatasi masalah rumah tangga adalah dengan menemukan win-win solution alias solusi yang menguntungkan bagi kita (anda & pasangan). Jangan mengambil solusi yang berat sebelah atau yang merugikan salah satu pihak.
Saat memutuskan sesuatu, pastikan bahwa pasangan kita menyetujui keputusan tersebut, dan kita juga merasa sreg untuk menerimanya. Langkah selanjutnya adalah berkomitmen terhadap solusi dan keputusan yang sudah diambil, dan menggunakan masalah yang dihadapi menjadi sebuah pengalaman berharga yang bisa membuat diri kitamaupun pasangan menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi hidup. Semoga tips-tips ini bermanfaat dan berguna.
Dan semoga rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang sakinnah, mawaddah warahmah.. amin..
Selasa, 14 Juni 2016
"SUAMI DAN ISTERI"
Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yg sedang berjalan melintasi gurun pasir.
Di tengah perjalanan, mereka bertengkar & suaminya menghardik istrinya dg sangat keras.
Istri yg kena hardik, merasa sakit hati, tapi
tanpa berkata², dia menulis di atas pasir :
HARI INI SUAMIKU
MENYAKITI HATIKU
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis,ϑimana mereka memutuskan utk mandi.
Si Istri, mencoba berenang namun nyaris tenggelam & berhasil ϑiselamatkan suaminya.
Ketika dia mulai siuman & rasa takutnya hilang dia menulis ϑi sebuah batu :
HARI INI SUAMIKU
YANG BAIK
MENYELAMATKAN
NYAWAKU
Suami bertanya : “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir & sekarang kamu menulis di atas batu?”
Istrinya sambil tersenyum menjawab :
“Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin datang berhembus & menghapus tulisan itu & aku bisa melupakannya…
Dan bila sesuatu yg baik & luar biasa diperbuat suamiku… aku harus memahat nya ϑi atas batu hatiku… agar tdk bisa hilang tertiup angin waktu & akan kuingat selamanya"
Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat & konflik karena sudut pandang yg berbeda.
Terkadang malah sangat menyakitkan, oleh krnnya cobalah utk saling ME-MAAFkan & ME-LUPAKAN masalah yg lalu…
Belajarlah utk selalu bisa :
MENULIS di ATAS PASIR
utk semua hal
YANG MENYAKITKAN
Dan selalu
MENGUKIR DI ATAS BATU
utk semua
K E B A I K A N.
Senin, 18 April 2016
Itulah mengapa ALLAH menikahkanmu denganya . . . .
Mungkin suamimu tidak pandai berkata
apalagi merayu dengan romantisme karya satra
tapi... mungkin dengan cara itulah Allah menjaga lisanya
menjauhkannya dari fitnah dunia yang tak halal baginya
Mungkin suamimu tak pandai berkata...
tapi heningnya menahan kita banyak bicara.
memutus rantai kalimat sanggahan yang dilahirkan perkara
sehingga keseimbangan suasana lebih terjaga..
Andai saja Allah ciptakan sebaliknya, mungkin rumahmu bagai arena tarung laga
ah...itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya..
Mungkin Istrimu tak berparas mempesona
apalagi secantik selebritis di warta berita
tapi mungkin lisanya selalu berucap kata mutiara yang terpancar dari jiwa yang terjaga yitu dzikir...
andai saja Allah menciptakan sebaliknya
mungkin hatimu tak tenang saat jauh dari dirinya
ah... itulah mengapa Allah menikahkanmu denganya..
Mungkin suamimu bukanlah pejabat yang bertahta, yang dihormati dan dipuja bawahanya
tapi mungkin dibalik kedudukanya yag biasa, ia mampu menjadi imam bagi keluarga
andai saja Allah ciptakan sebaliknya
mungkin belum tentu dia miliki derajat taqwa
ah..itulah mengapa Allah menikahkanmu denganya..
mungkin istrimu bukanlah koki istimewa
yang terkadang masakanya itu-itu saja
tapi mungkin ia pandai mengatur alokasi harta, sehingga pemberianmu tak terhambur percuma
andai saja Allah menciptakan sebaliknya
mungkin kecintaanmu akan terlalu berlebih padanya
melebihi cintamu pada Allah sang pemberi karunia
ah... itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya..
mungkin suamimu tak pandai terlibat merawat anaknya
Sehingga terlihat kau melakukan semuanya
tapi mungkin ia sabar membantumu meringankan pekerjaan rumah tangga,
sehingga semua terlaksana dengan kerja sama
Mungkin suamimu tak pandai terlibat merawat ananya
sehingga terlihat minim peranya dalam keluarga
tapi mungkin ia sangat keras bekerja
sehingga nafkah telah cukup terpenuhi lewatnya
andai saja Aallah menciptakan sebaliknya
mungkin banyak para gadis menanti dipinang menjadi yang kedua
jika suamimu terlalu sempurna
ah.. . itulah mengapa Allah menikahkanmu denganya
mungkin istrimu tak mahir dalam mengurus rumah tangga
menambah sedikit tugasmu dalam membantu bekerja
tapi mungkin ia begitu taat dalam beragama
membimbinganak-anak dalam kerangka syariat agama
sehingga meringankan kewajibanmu dalam membimbing keluarga
andai saja Allah menciptakan sebaliknya
mungkin engkau merasa tugasmu telah tertuai sempurna
cukup sekedar menyempurnakan nafkah keluarga
ah. . . itulah mengapa Allah menikahkanmu denganya..
percayalah...
selalu ada kebaikan dalam setiap ketetapan Allah sang sutradara..
maka temukanlah sebanyak-banyaknya agar engkau mengerti mengapa Allah menikahkanmu dengannya...
jikalau engkau masih sulit menemukan jawabanya..
gantilah kacamatamu dengan kacamata syukur atas segala karunia..
adalah hakmu jika engkau berharap
khadijahmu menjadi lebih sempurna...
asalkan kau siap membimbingnya dengan menjadi Muhammad baginya....
Selasa, 15 Maret 2016
Babyboy kesayangan ayah dan bunda.
Sore itu, ya tepatnya saya dan suami berencana mau ke RS untuk Imunisasi sikecil..
Semangad dan senang sekali waktu rencana mau imunisasi, hari-hari ini saya lihat gerakan si kecil yang semakin semangad dan semakin active, terharu dan riang sekali.
Tapi sore itu menjadi sore yang mendung buat saya…
Pasalnya, saya mungkin kecapean habis pulang ngajar, dan saya lelah sekali, tapi lelah saya hilang saat melihat anak saya yang semakin ceria ketawa-ketawa menyambut kedatangan saya, aduh nak…semakin lucu saja kamu ini.
Saya bergegas mandi ganti baju dan siap-siap, soalnya taxi sudah siap menunggu saya dari setengah jam yang lalu.
Saya siap, semua peralatan babyboyq dikemas oleh pengasuh babyku, saya semangad sekali walaupun saat itu capek, hujan , dan laper sekali perut ini rasanya.
Cuss saya masuk taxi, dan ditaxi sidedek diem tenang sambil lihat-lihat pemandangan sekitar dalam hati (kamu pinter banget saying gak rewel.dok).
Sampai di RS langsung disambut satpam dan tentengan saya yang berisi peralatan bayi saya dibawakan dari taxi(ooohh..makasiih pak satpam).
Cuzz aku menuju pendaftaran pemeriksaan, dan waktu ke poli anak anakku mendapat antrian nomor 5, terakhir sih(buatku itu gak masalah karena saya dan babybiyq nunggu ayahnya dating dari kantor)
Akhirnya bayi mungilku ditimbang, setelah ditimbang saya masuk ruangan menyusui dan buka dech itu pintu, aku taruh bayiku dan sempat bicara-bocara sama ibu-ibu yang ada disitu (bayinya lucu bgd ibu, bayinya gemuk sekali, gemesin, saya bilangnya, Alhamdulillah..doakan sehat ya buk, amiin), tak lama itu saya akan menutup pintu, dan melihat anak saya yang diem dan kelihatan capek saya baringkan , saya melihatnya dia masih lemas dan capek habis perjalanan dan habis bobok, langsunglah saya meninggalkan sebentar (bermaksud menutup pintu), tapi…astagfirullah…hatiku terasa disambar petir, terasa dirubuhkan oleh beton berukuran besar, anakku jatuh ….astagfirullah nak….bayiku jatuh, bayiku nangis, histeris teriak dan bingung apa yang harus saya lakukan…saya gendong, teriak suster dan langsung ganti digendong suster dan langsung dibawa ketempat dokter, suster itu tidak peduli didalam ada pasien( dok, ada bayi jatuh). Langsung dokterpun sigap memeriksa bayiku, nangis dan bingung shook terutama yang saya rasakan, akhirnya diperiksa dokter dan kata dokter “Alhamdulillah buk, si bayi tidak ada yang memar dan tidak kenapa-kenapa semoga gak pa2, anak cowok memang active begitu, sambil nangis saya melihat anak saya, ditenangkan suster dan sayapun menenangka dengan mengajak main (mungkin anak saya shock juga dan kaget), akhirnya saya diberi nasehat dokter (ibuk nanti dolesi sama minyak telon ya buk, agar rilleks dan lebih nyaman, iya dok), wal hasil imunisasiku gak jadi, takut kenapa-kenapa sama bayi saya, dokter hanya memberikan polio (tetes), insya’allah anak ibuk tidak apa-apa anak ibuk sehat dan insya’allah dia kuat, amiiin…makasih dok). Saya bergegas langsung saya baringkan anak saya, saya buka bajunya dan saya oleskan minyak telon dari orang tua yang lainya, saya oles-olesi saya pijit-pijitin pelan-pelan dan “Alhamdulillah, dia ketawa dia tengkurap lagi, Alhamdulillah bisa tengkurap lagi, semoga Allah selalu melindungimu nak dimanapun kamu berada, (maafkan bunda kalo tadi bunda agak teledor dan bunda gak savety, bunda janji bunda akan menjaga jabbaru dengan sepenuh hati bunda, “kalo boleh bunda minta, yang jatuh unda saja, yang ngerasakan sakit bunda saja, kamu jangan nak…)
Ini adalah teguran buat saya, agar saya selalu berhati-hati, terutama saat menjaga anak saya, jangan sampai dia ditinggal sendirian, jangan sampai dia beranjak sendirian dari tempat tidur), bumnda ayah selalu doakan jabbaru agar jabbaru selalu dilindungi Allah menjadi anak yang kuat, dan ,menjadi anak yang sehat. Amin… aminn ya mujibbasailin....sehat terus ya babyboy bunda dan ayah…
Semangad dan senang sekali waktu rencana mau imunisasi, hari-hari ini saya lihat gerakan si kecil yang semakin semangad dan semakin active, terharu dan riang sekali.
Tapi sore itu menjadi sore yang mendung buat saya…
Pasalnya, saya mungkin kecapean habis pulang ngajar, dan saya lelah sekali, tapi lelah saya hilang saat melihat anak saya yang semakin ceria ketawa-ketawa menyambut kedatangan saya, aduh nak…semakin lucu saja kamu ini.
Saya bergegas mandi ganti baju dan siap-siap, soalnya taxi sudah siap menunggu saya dari setengah jam yang lalu.
Saya siap, semua peralatan babyboyq dikemas oleh pengasuh babyku, saya semangad sekali walaupun saat itu capek, hujan , dan laper sekali perut ini rasanya.
Cuss saya masuk taxi, dan ditaxi sidedek diem tenang sambil lihat-lihat pemandangan sekitar dalam hati (kamu pinter banget saying gak rewel.dok).
Sampai di RS langsung disambut satpam dan tentengan saya yang berisi peralatan bayi saya dibawakan dari taxi(ooohh..makasiih pak satpam).
Cuzz aku menuju pendaftaran pemeriksaan, dan waktu ke poli anak anakku mendapat antrian nomor 5, terakhir sih(buatku itu gak masalah karena saya dan babybiyq nunggu ayahnya dating dari kantor)
Akhirnya bayi mungilku ditimbang, setelah ditimbang saya masuk ruangan menyusui dan buka dech itu pintu, aku taruh bayiku dan sempat bicara-bocara sama ibu-ibu yang ada disitu (bayinya lucu bgd ibu, bayinya gemuk sekali, gemesin, saya bilangnya, Alhamdulillah..doakan sehat ya buk, amiin), tak lama itu saya akan menutup pintu, dan melihat anak saya yang diem dan kelihatan capek saya baringkan , saya melihatnya dia masih lemas dan capek habis perjalanan dan habis bobok, langsunglah saya meninggalkan sebentar (bermaksud menutup pintu), tapi…astagfirullah…hatiku terasa disambar petir, terasa dirubuhkan oleh beton berukuran besar, anakku jatuh ….astagfirullah nak….bayiku jatuh, bayiku nangis, histeris teriak dan bingung apa yang harus saya lakukan…saya gendong, teriak suster dan langsung ganti digendong suster dan langsung dibawa ketempat dokter, suster itu tidak peduli didalam ada pasien( dok, ada bayi jatuh). Langsung dokterpun sigap memeriksa bayiku, nangis dan bingung shook terutama yang saya rasakan, akhirnya diperiksa dokter dan kata dokter “Alhamdulillah buk, si bayi tidak ada yang memar dan tidak kenapa-kenapa semoga gak pa2, anak cowok memang active begitu, sambil nangis saya melihat anak saya, ditenangkan suster dan sayapun menenangka dengan mengajak main (mungkin anak saya shock juga dan kaget), akhirnya saya diberi nasehat dokter (ibuk nanti dolesi sama minyak telon ya buk, agar rilleks dan lebih nyaman, iya dok), wal hasil imunisasiku gak jadi, takut kenapa-kenapa sama bayi saya, dokter hanya memberikan polio (tetes), insya’allah anak ibuk tidak apa-apa anak ibuk sehat dan insya’allah dia kuat, amiiin…makasih dok). Saya bergegas langsung saya baringkan anak saya, saya buka bajunya dan saya oleskan minyak telon dari orang tua yang lainya, saya oles-olesi saya pijit-pijitin pelan-pelan dan “Alhamdulillah, dia ketawa dia tengkurap lagi, Alhamdulillah bisa tengkurap lagi, semoga Allah selalu melindungimu nak dimanapun kamu berada, (maafkan bunda kalo tadi bunda agak teledor dan bunda gak savety, bunda janji bunda akan menjaga jabbaru dengan sepenuh hati bunda, “kalo boleh bunda minta, yang jatuh unda saja, yang ngerasakan sakit bunda saja, kamu jangan nak…)
Ini adalah teguran buat saya, agar saya selalu berhati-hati, terutama saat menjaga anak saya, jangan sampai dia ditinggal sendirian, jangan sampai dia beranjak sendirian dari tempat tidur), bumnda ayah selalu doakan jabbaru agar jabbaru selalu dilindungi Allah menjadi anak yang kuat, dan ,menjadi anak yang sehat. Amin… aminn ya mujibbasailin....sehat terus ya babyboy bunda dan ayah…
Senin, 18 Januari 2016
Apakah aku terlalu egois?
Egois..egois.. egois,
kata-kata itu kerap sekali terdengar ditelinga kita. Tapi sudah lama sekali kata-kata ini tidak terlontar dimulutku, iya dimulutku..
Well guys, Aku sadar sekali kalau kita itu tidak boleh terlalu EGOIS..iya EGOIS…
Mungkin kita tidak pernah tahu apakah kita egois atau tidak.
Tapi bukankah orang disekitarmu yang merasa bahwa kamu itu EGOIS
Kamu terlalu mementingkan diri sendiri
Kamu terlalu sibuk dengan keadaan dirimu
Kamu terlalu sayang dengan dirimu
Kamu tidak memperhatikan lingkunganmu
Kamu tidak memperhatikan sekitarmu
Kamu merasa bisa sendiri
Kamu merasa tidak butuh orang lain
Apakah itu tidak dinamakan EGOIS????
New parent….siapa takut!!
Well guys, Membesarkan anak-anak bukanlah perkara yang mudah. Tak ada resep khusus bagi orang tua untuk menunaikan tugas ini dengan benar. Meski demikian, tetap sangat dibutuhkan ramuan tertentu yang bisa membentuk anak jadi pribadi luar biasa. Merawat bayi yang baru lahir menjadi pengalaman yang sangat membahagiakan. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua sebagai orang tua baru. Kekhawatiran seringkali muncul di minggu-minggu pertama, kekhawatiran ini berhubungan dengan cara merawat yang salah sehingga akan membuat bayi kita mengalami kondisi yang tidak menyenangkan dan mengganggu, dan Persiapkan diri kita ketika akan mewarat bayi kita.
Sering kita jumpai kalau, Bayi kita biasanya sering rewel dan tidak nyaman dengan keadanya, mungkin bisa jadi dia tidak pengen nyusu, tapi kita paksain nyusu, wal hasil tambah marah dan tambah rewel. Kita harus paham dengan bayi kita , mungkin dengan mengajaknya bercanda, ditambah permainan atau pelukan dan ciuman yang hangat.
Ada kalanya kita bisa menggeneralisir, perbedaan mendasar antara ibu muda dan ibu senior jatuh pada pengontrolan emosi. Karena masih “baru”, seorang ibu muda kerap tak bisa bersabar menghadapi tingkah anaknya yang tak bisa diam. Maka dari itu, gak ada salahnyajika kamu mulai belajar menempa kesabaran mulai sekarang, intinya sih belajar sabar…. Be patient
Gak mungkin dong kan kita kesal saat bayi kita nangis ditengah malam karena kehausan? Dan Gak mungkin juga kita sontak kesal dan marah-marah hanya karena bayi kita nangis tiba-tiba dan gak tau maunya apa, dikasih minum malah gak mau, digendong malah tambah marah, disuruh diem, malah nangisnya keras banget! Yang harus kita lakukan tetap tenang dung, karena dengan menjadi ibu, itu artinya kita harus ekstra bersabar dengan segala bentuk sikap tingkah polos anak bayi kita yang kadang membuat ubun-ubun mulai terbakar, dan pastinya tetep intinya “Sabaaaar!”.. (sabaar buuuk)
Segala hal apabila kita nikmatin dan tidak kita bebankan pastilah segalanya akan enjoy. Dan hentikan kebiasaan rempong dan perfeksionis kita mulai sekarang. Belajarlah untuk bersikap taktis dan strategis demi mengerjakan beberapa hal. Setiap perempuan punya kemampuan (karena keharusan!) untuk menjadi multitasker, hanya saja kita perlu melatihnya dari sekarang. Jika keahlian ini tidak kita asah dengan baik, walhasil kitalah nanti yang akan benar-benar kerepotan. Don’t make it this trouble.
“Setiap ibu selalu berkata bahwa membesarkan anak telah mengajarkan mereka banyak hal. Dari mana mereka belajar, jika bukan dari celotehan anak-anaknya dan menjadi penyabar dengan tingkah laku anak yang kadang tidak sesuai dengan kita (orang tua)”.
Menjadi ibu adalah salah satu hal yang paling diidam-idamkan perempuan. Namun, tidak lantas semuanya bisa berjalan sesuai yang kita bayangkan. Karena menjadi ibu butuh usaha ekstra, tidak ada salahnya bukan, mulai belajar dari sekarang, so be new parent… siapa takut….
Sering kita jumpai kalau, Bayi kita biasanya sering rewel dan tidak nyaman dengan keadanya, mungkin bisa jadi dia tidak pengen nyusu, tapi kita paksain nyusu, wal hasil tambah marah dan tambah rewel. Kita harus paham dengan bayi kita , mungkin dengan mengajaknya bercanda, ditambah permainan atau pelukan dan ciuman yang hangat.
Ada kalanya kita bisa menggeneralisir, perbedaan mendasar antara ibu muda dan ibu senior jatuh pada pengontrolan emosi. Karena masih “baru”, seorang ibu muda kerap tak bisa bersabar menghadapi tingkah anaknya yang tak bisa diam. Maka dari itu, gak ada salahnyajika kamu mulai belajar menempa kesabaran mulai sekarang, intinya sih belajar sabar…. Be patient
Gak mungkin dong kan kita kesal saat bayi kita nangis ditengah malam karena kehausan? Dan Gak mungkin juga kita sontak kesal dan marah-marah hanya karena bayi kita nangis tiba-tiba dan gak tau maunya apa, dikasih minum malah gak mau, digendong malah tambah marah, disuruh diem, malah nangisnya keras banget! Yang harus kita lakukan tetap tenang dung, karena dengan menjadi ibu, itu artinya kita harus ekstra bersabar dengan segala bentuk sikap tingkah polos anak bayi kita yang kadang membuat ubun-ubun mulai terbakar, dan pastinya tetep intinya “Sabaaaar!”.. (sabaar buuuk)
Segala hal apabila kita nikmatin dan tidak kita bebankan pastilah segalanya akan enjoy. Dan hentikan kebiasaan rempong dan perfeksionis kita mulai sekarang. Belajarlah untuk bersikap taktis dan strategis demi mengerjakan beberapa hal. Setiap perempuan punya kemampuan (karena keharusan!) untuk menjadi multitasker, hanya saja kita perlu melatihnya dari sekarang. Jika keahlian ini tidak kita asah dengan baik, walhasil kitalah nanti yang akan benar-benar kerepotan. Don’t make it this trouble.
“Setiap ibu selalu berkata bahwa membesarkan anak telah mengajarkan mereka banyak hal. Dari mana mereka belajar, jika bukan dari celotehan anak-anaknya dan menjadi penyabar dengan tingkah laku anak yang kadang tidak sesuai dengan kita (orang tua)”.
Menjadi ibu adalah salah satu hal yang paling diidam-idamkan perempuan. Namun, tidak lantas semuanya bisa berjalan sesuai yang kita bayangkan. Karena menjadi ibu butuh usaha ekstra, tidak ada salahnya bukan, mulai belajar dari sekarang, so be new parent… siapa takut….
Langganan:
Postingan (Atom)




