Roda itu selalu berputar.. kadang ada kalanya dibawah..ada pula posisi diatas.. janganlah menyerah untuk mencapai apa yang kau inginkan.. "Be The Best In your life"..because the Best never last" tak ada kata terlambat untuk selalu mencoba. "من جدّاوجدا "
Selasa, 14 Juni 2016
"SUAMI DAN ISTERI"
Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yg sedang berjalan melintasi gurun pasir.
Di tengah perjalanan, mereka bertengkar & suaminya menghardik istrinya dg sangat keras.
Istri yg kena hardik, merasa sakit hati, tapi
tanpa berkata², dia menulis di atas pasir :
HARI INI SUAMIKU
MENYAKITI HATIKU
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis,ϑimana mereka memutuskan utk mandi.
Si Istri, mencoba berenang namun nyaris tenggelam & berhasil ϑiselamatkan suaminya.
Ketika dia mulai siuman & rasa takutnya hilang dia menulis ϑi sebuah batu :
HARI INI SUAMIKU
YANG BAIK
MENYELAMATKAN
NYAWAKU
Suami bertanya : “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir & sekarang kamu menulis di atas batu?”
Istrinya sambil tersenyum menjawab :
“Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin datang berhembus & menghapus tulisan itu & aku bisa melupakannya…
Dan bila sesuatu yg baik & luar biasa diperbuat suamiku… aku harus memahat nya ϑi atas batu hatiku… agar tdk bisa hilang tertiup angin waktu & akan kuingat selamanya"
Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat & konflik karena sudut pandang yg berbeda.
Terkadang malah sangat menyakitkan, oleh krnnya cobalah utk saling ME-MAAFkan & ME-LUPAKAN masalah yg lalu…
Belajarlah utk selalu bisa :
MENULIS di ATAS PASIR
utk semua hal
YANG MENYAKITKAN
Dan selalu
MENGUKIR DI ATAS BATU
utk semua
K E B A I K A N.
Senin, 18 April 2016
Itulah mengapa ALLAH menikahkanmu denganya . . . .
Mungkin suamimu tidak pandai berkata
apalagi merayu dengan romantisme karya satra
tapi... mungkin dengan cara itulah Allah menjaga lisanya
menjauhkannya dari fitnah dunia yang tak halal baginya
Mungkin suamimu tak pandai berkata...
tapi heningnya menahan kita banyak bicara.
memutus rantai kalimat sanggahan yang dilahirkan perkara
sehingga keseimbangan suasana lebih terjaga..
Andai saja Allah ciptakan sebaliknya, mungkin rumahmu bagai arena tarung laga
ah...itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya..
Mungkin Istrimu tak berparas mempesona
apalagi secantik selebritis di warta berita
tapi mungkin lisanya selalu berucap kata mutiara yang terpancar dari jiwa yang terjaga yitu dzikir...
andai saja Allah menciptakan sebaliknya
mungkin hatimu tak tenang saat jauh dari dirinya
ah... itulah mengapa Allah menikahkanmu denganya..
Mungkin suamimu bukanlah pejabat yang bertahta, yang dihormati dan dipuja bawahanya
tapi mungkin dibalik kedudukanya yag biasa, ia mampu menjadi imam bagi keluarga
andai saja Allah ciptakan sebaliknya
mungkin belum tentu dia miliki derajat taqwa
ah..itulah mengapa Allah menikahkanmu denganya..
mungkin istrimu bukanlah koki istimewa
yang terkadang masakanya itu-itu saja
tapi mungkin ia pandai mengatur alokasi harta, sehingga pemberianmu tak terhambur percuma
andai saja Allah menciptakan sebaliknya
mungkin kecintaanmu akan terlalu berlebih padanya
melebihi cintamu pada Allah sang pemberi karunia
ah... itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya..
mungkin suamimu tak pandai terlibat merawat anaknya
Sehingga terlihat kau melakukan semuanya
tapi mungkin ia sabar membantumu meringankan pekerjaan rumah tangga,
sehingga semua terlaksana dengan kerja sama
Mungkin suamimu tak pandai terlibat merawat ananya
sehingga terlihat minim peranya dalam keluarga
tapi mungkin ia sangat keras bekerja
sehingga nafkah telah cukup terpenuhi lewatnya
andai saja Aallah menciptakan sebaliknya
mungkin banyak para gadis menanti dipinang menjadi yang kedua
jika suamimu terlalu sempurna
ah.. . itulah mengapa Allah menikahkanmu denganya
mungkin istrimu tak mahir dalam mengurus rumah tangga
menambah sedikit tugasmu dalam membantu bekerja
tapi mungkin ia begitu taat dalam beragama
membimbinganak-anak dalam kerangka syariat agama
sehingga meringankan kewajibanmu dalam membimbing keluarga
andai saja Allah menciptakan sebaliknya
mungkin engkau merasa tugasmu telah tertuai sempurna
cukup sekedar menyempurnakan nafkah keluarga
ah. . . itulah mengapa Allah menikahkanmu denganya..
percayalah...
selalu ada kebaikan dalam setiap ketetapan Allah sang sutradara..
maka temukanlah sebanyak-banyaknya agar engkau mengerti mengapa Allah menikahkanmu dengannya...
jikalau engkau masih sulit menemukan jawabanya..
gantilah kacamatamu dengan kacamata syukur atas segala karunia..
adalah hakmu jika engkau berharap
khadijahmu menjadi lebih sempurna...
asalkan kau siap membimbingnya dengan menjadi Muhammad baginya....
Selasa, 15 Maret 2016
Babyboy kesayangan ayah dan bunda.
Sore itu, ya tepatnya saya dan suami berencana mau ke RS untuk Imunisasi sikecil..
Semangad dan senang sekali waktu rencana mau imunisasi, hari-hari ini saya lihat gerakan si kecil yang semakin semangad dan semakin active, terharu dan riang sekali.
Tapi sore itu menjadi sore yang mendung buat saya…
Pasalnya, saya mungkin kecapean habis pulang ngajar, dan saya lelah sekali, tapi lelah saya hilang saat melihat anak saya yang semakin ceria ketawa-ketawa menyambut kedatangan saya, aduh nak…semakin lucu saja kamu ini.
Saya bergegas mandi ganti baju dan siap-siap, soalnya taxi sudah siap menunggu saya dari setengah jam yang lalu.
Saya siap, semua peralatan babyboyq dikemas oleh pengasuh babyku, saya semangad sekali walaupun saat itu capek, hujan , dan laper sekali perut ini rasanya.
Cuss saya masuk taxi, dan ditaxi sidedek diem tenang sambil lihat-lihat pemandangan sekitar dalam hati (kamu pinter banget saying gak rewel.dok).
Sampai di RS langsung disambut satpam dan tentengan saya yang berisi peralatan bayi saya dibawakan dari taxi(ooohh..makasiih pak satpam).
Cuzz aku menuju pendaftaran pemeriksaan, dan waktu ke poli anak anakku mendapat antrian nomor 5, terakhir sih(buatku itu gak masalah karena saya dan babybiyq nunggu ayahnya dating dari kantor)
Akhirnya bayi mungilku ditimbang, setelah ditimbang saya masuk ruangan menyusui dan buka dech itu pintu, aku taruh bayiku dan sempat bicara-bocara sama ibu-ibu yang ada disitu (bayinya lucu bgd ibu, bayinya gemuk sekali, gemesin, saya bilangnya, Alhamdulillah..doakan sehat ya buk, amiin), tak lama itu saya akan menutup pintu, dan melihat anak saya yang diem dan kelihatan capek saya baringkan , saya melihatnya dia masih lemas dan capek habis perjalanan dan habis bobok, langsunglah saya meninggalkan sebentar (bermaksud menutup pintu), tapi…astagfirullah…hatiku terasa disambar petir, terasa dirubuhkan oleh beton berukuran besar, anakku jatuh ….astagfirullah nak….bayiku jatuh, bayiku nangis, histeris teriak dan bingung apa yang harus saya lakukan…saya gendong, teriak suster dan langsung ganti digendong suster dan langsung dibawa ketempat dokter, suster itu tidak peduli didalam ada pasien( dok, ada bayi jatuh). Langsung dokterpun sigap memeriksa bayiku, nangis dan bingung shook terutama yang saya rasakan, akhirnya diperiksa dokter dan kata dokter “Alhamdulillah buk, si bayi tidak ada yang memar dan tidak kenapa-kenapa semoga gak pa2, anak cowok memang active begitu, sambil nangis saya melihat anak saya, ditenangkan suster dan sayapun menenangka dengan mengajak main (mungkin anak saya shock juga dan kaget), akhirnya saya diberi nasehat dokter (ibuk nanti dolesi sama minyak telon ya buk, agar rilleks dan lebih nyaman, iya dok), wal hasil imunisasiku gak jadi, takut kenapa-kenapa sama bayi saya, dokter hanya memberikan polio (tetes), insya’allah anak ibuk tidak apa-apa anak ibuk sehat dan insya’allah dia kuat, amiiin…makasih dok). Saya bergegas langsung saya baringkan anak saya, saya buka bajunya dan saya oleskan minyak telon dari orang tua yang lainya, saya oles-olesi saya pijit-pijitin pelan-pelan dan “Alhamdulillah, dia ketawa dia tengkurap lagi, Alhamdulillah bisa tengkurap lagi, semoga Allah selalu melindungimu nak dimanapun kamu berada, (maafkan bunda kalo tadi bunda agak teledor dan bunda gak savety, bunda janji bunda akan menjaga jabbaru dengan sepenuh hati bunda, “kalo boleh bunda minta, yang jatuh unda saja, yang ngerasakan sakit bunda saja, kamu jangan nak…)
Ini adalah teguran buat saya, agar saya selalu berhati-hati, terutama saat menjaga anak saya, jangan sampai dia ditinggal sendirian, jangan sampai dia beranjak sendirian dari tempat tidur), bumnda ayah selalu doakan jabbaru agar jabbaru selalu dilindungi Allah menjadi anak yang kuat, dan ,menjadi anak yang sehat. Amin… aminn ya mujibbasailin....sehat terus ya babyboy bunda dan ayah…
Semangad dan senang sekali waktu rencana mau imunisasi, hari-hari ini saya lihat gerakan si kecil yang semakin semangad dan semakin active, terharu dan riang sekali.
Tapi sore itu menjadi sore yang mendung buat saya…
Pasalnya, saya mungkin kecapean habis pulang ngajar, dan saya lelah sekali, tapi lelah saya hilang saat melihat anak saya yang semakin ceria ketawa-ketawa menyambut kedatangan saya, aduh nak…semakin lucu saja kamu ini.
Saya bergegas mandi ganti baju dan siap-siap, soalnya taxi sudah siap menunggu saya dari setengah jam yang lalu.
Saya siap, semua peralatan babyboyq dikemas oleh pengasuh babyku, saya semangad sekali walaupun saat itu capek, hujan , dan laper sekali perut ini rasanya.
Cuss saya masuk taxi, dan ditaxi sidedek diem tenang sambil lihat-lihat pemandangan sekitar dalam hati (kamu pinter banget saying gak rewel.dok).
Sampai di RS langsung disambut satpam dan tentengan saya yang berisi peralatan bayi saya dibawakan dari taxi(ooohh..makasiih pak satpam).
Cuzz aku menuju pendaftaran pemeriksaan, dan waktu ke poli anak anakku mendapat antrian nomor 5, terakhir sih(buatku itu gak masalah karena saya dan babybiyq nunggu ayahnya dating dari kantor)
Akhirnya bayi mungilku ditimbang, setelah ditimbang saya masuk ruangan menyusui dan buka dech itu pintu, aku taruh bayiku dan sempat bicara-bocara sama ibu-ibu yang ada disitu (bayinya lucu bgd ibu, bayinya gemuk sekali, gemesin, saya bilangnya, Alhamdulillah..doakan sehat ya buk, amiin), tak lama itu saya akan menutup pintu, dan melihat anak saya yang diem dan kelihatan capek saya baringkan , saya melihatnya dia masih lemas dan capek habis perjalanan dan habis bobok, langsunglah saya meninggalkan sebentar (bermaksud menutup pintu), tapi…astagfirullah…hatiku terasa disambar petir, terasa dirubuhkan oleh beton berukuran besar, anakku jatuh ….astagfirullah nak….bayiku jatuh, bayiku nangis, histeris teriak dan bingung apa yang harus saya lakukan…saya gendong, teriak suster dan langsung ganti digendong suster dan langsung dibawa ketempat dokter, suster itu tidak peduli didalam ada pasien( dok, ada bayi jatuh). Langsung dokterpun sigap memeriksa bayiku, nangis dan bingung shook terutama yang saya rasakan, akhirnya diperiksa dokter dan kata dokter “Alhamdulillah buk, si bayi tidak ada yang memar dan tidak kenapa-kenapa semoga gak pa2, anak cowok memang active begitu, sambil nangis saya melihat anak saya, ditenangkan suster dan sayapun menenangka dengan mengajak main (mungkin anak saya shock juga dan kaget), akhirnya saya diberi nasehat dokter (ibuk nanti dolesi sama minyak telon ya buk, agar rilleks dan lebih nyaman, iya dok), wal hasil imunisasiku gak jadi, takut kenapa-kenapa sama bayi saya, dokter hanya memberikan polio (tetes), insya’allah anak ibuk tidak apa-apa anak ibuk sehat dan insya’allah dia kuat, amiiin…makasih dok). Saya bergegas langsung saya baringkan anak saya, saya buka bajunya dan saya oleskan minyak telon dari orang tua yang lainya, saya oles-olesi saya pijit-pijitin pelan-pelan dan “Alhamdulillah, dia ketawa dia tengkurap lagi, Alhamdulillah bisa tengkurap lagi, semoga Allah selalu melindungimu nak dimanapun kamu berada, (maafkan bunda kalo tadi bunda agak teledor dan bunda gak savety, bunda janji bunda akan menjaga jabbaru dengan sepenuh hati bunda, “kalo boleh bunda minta, yang jatuh unda saja, yang ngerasakan sakit bunda saja, kamu jangan nak…)
Ini adalah teguran buat saya, agar saya selalu berhati-hati, terutama saat menjaga anak saya, jangan sampai dia ditinggal sendirian, jangan sampai dia beranjak sendirian dari tempat tidur), bumnda ayah selalu doakan jabbaru agar jabbaru selalu dilindungi Allah menjadi anak yang kuat, dan ,menjadi anak yang sehat. Amin… aminn ya mujibbasailin....sehat terus ya babyboy bunda dan ayah…
Senin, 18 Januari 2016
Apakah aku terlalu egois?
Egois..egois.. egois,
kata-kata itu kerap sekali terdengar ditelinga kita. Tapi sudah lama sekali kata-kata ini tidak terlontar dimulutku, iya dimulutku..
Well guys, Aku sadar sekali kalau kita itu tidak boleh terlalu EGOIS..iya EGOIS…
Mungkin kita tidak pernah tahu apakah kita egois atau tidak.
Tapi bukankah orang disekitarmu yang merasa bahwa kamu itu EGOIS
Kamu terlalu mementingkan diri sendiri
Kamu terlalu sibuk dengan keadaan dirimu
Kamu terlalu sayang dengan dirimu
Kamu tidak memperhatikan lingkunganmu
Kamu tidak memperhatikan sekitarmu
Kamu merasa bisa sendiri
Kamu merasa tidak butuh orang lain
Apakah itu tidak dinamakan EGOIS????
New parent….siapa takut!!
Well guys, Membesarkan anak-anak bukanlah perkara yang mudah. Tak ada resep khusus bagi orang tua untuk menunaikan tugas ini dengan benar. Meski demikian, tetap sangat dibutuhkan ramuan tertentu yang bisa membentuk anak jadi pribadi luar biasa. Merawat bayi yang baru lahir menjadi pengalaman yang sangat membahagiakan. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua sebagai orang tua baru. Kekhawatiran seringkali muncul di minggu-minggu pertama, kekhawatiran ini berhubungan dengan cara merawat yang salah sehingga akan membuat bayi kita mengalami kondisi yang tidak menyenangkan dan mengganggu, dan Persiapkan diri kita ketika akan mewarat bayi kita.
Sering kita jumpai kalau, Bayi kita biasanya sering rewel dan tidak nyaman dengan keadanya, mungkin bisa jadi dia tidak pengen nyusu, tapi kita paksain nyusu, wal hasil tambah marah dan tambah rewel. Kita harus paham dengan bayi kita , mungkin dengan mengajaknya bercanda, ditambah permainan atau pelukan dan ciuman yang hangat.
Ada kalanya kita bisa menggeneralisir, perbedaan mendasar antara ibu muda dan ibu senior jatuh pada pengontrolan emosi. Karena masih “baru”, seorang ibu muda kerap tak bisa bersabar menghadapi tingkah anaknya yang tak bisa diam. Maka dari itu, gak ada salahnyajika kamu mulai belajar menempa kesabaran mulai sekarang, intinya sih belajar sabar…. Be patient
Gak mungkin dong kan kita kesal saat bayi kita nangis ditengah malam karena kehausan? Dan Gak mungkin juga kita sontak kesal dan marah-marah hanya karena bayi kita nangis tiba-tiba dan gak tau maunya apa, dikasih minum malah gak mau, digendong malah tambah marah, disuruh diem, malah nangisnya keras banget! Yang harus kita lakukan tetap tenang dung, karena dengan menjadi ibu, itu artinya kita harus ekstra bersabar dengan segala bentuk sikap tingkah polos anak bayi kita yang kadang membuat ubun-ubun mulai terbakar, dan pastinya tetep intinya “Sabaaaar!”.. (sabaar buuuk)
Segala hal apabila kita nikmatin dan tidak kita bebankan pastilah segalanya akan enjoy. Dan hentikan kebiasaan rempong dan perfeksionis kita mulai sekarang. Belajarlah untuk bersikap taktis dan strategis demi mengerjakan beberapa hal. Setiap perempuan punya kemampuan (karena keharusan!) untuk menjadi multitasker, hanya saja kita perlu melatihnya dari sekarang. Jika keahlian ini tidak kita asah dengan baik, walhasil kitalah nanti yang akan benar-benar kerepotan. Don’t make it this trouble.
“Setiap ibu selalu berkata bahwa membesarkan anak telah mengajarkan mereka banyak hal. Dari mana mereka belajar, jika bukan dari celotehan anak-anaknya dan menjadi penyabar dengan tingkah laku anak yang kadang tidak sesuai dengan kita (orang tua)”.
Menjadi ibu adalah salah satu hal yang paling diidam-idamkan perempuan. Namun, tidak lantas semuanya bisa berjalan sesuai yang kita bayangkan. Karena menjadi ibu butuh usaha ekstra, tidak ada salahnya bukan, mulai belajar dari sekarang, so be new parent… siapa takut….
Sering kita jumpai kalau, Bayi kita biasanya sering rewel dan tidak nyaman dengan keadanya, mungkin bisa jadi dia tidak pengen nyusu, tapi kita paksain nyusu, wal hasil tambah marah dan tambah rewel. Kita harus paham dengan bayi kita , mungkin dengan mengajaknya bercanda, ditambah permainan atau pelukan dan ciuman yang hangat.
Ada kalanya kita bisa menggeneralisir, perbedaan mendasar antara ibu muda dan ibu senior jatuh pada pengontrolan emosi. Karena masih “baru”, seorang ibu muda kerap tak bisa bersabar menghadapi tingkah anaknya yang tak bisa diam. Maka dari itu, gak ada salahnyajika kamu mulai belajar menempa kesabaran mulai sekarang, intinya sih belajar sabar…. Be patient
Gak mungkin dong kan kita kesal saat bayi kita nangis ditengah malam karena kehausan? Dan Gak mungkin juga kita sontak kesal dan marah-marah hanya karena bayi kita nangis tiba-tiba dan gak tau maunya apa, dikasih minum malah gak mau, digendong malah tambah marah, disuruh diem, malah nangisnya keras banget! Yang harus kita lakukan tetap tenang dung, karena dengan menjadi ibu, itu artinya kita harus ekstra bersabar dengan segala bentuk sikap tingkah polos anak bayi kita yang kadang membuat ubun-ubun mulai terbakar, dan pastinya tetep intinya “Sabaaaar!”.. (sabaar buuuk)
Segala hal apabila kita nikmatin dan tidak kita bebankan pastilah segalanya akan enjoy. Dan hentikan kebiasaan rempong dan perfeksionis kita mulai sekarang. Belajarlah untuk bersikap taktis dan strategis demi mengerjakan beberapa hal. Setiap perempuan punya kemampuan (karena keharusan!) untuk menjadi multitasker, hanya saja kita perlu melatihnya dari sekarang. Jika keahlian ini tidak kita asah dengan baik, walhasil kitalah nanti yang akan benar-benar kerepotan. Don’t make it this trouble.
“Setiap ibu selalu berkata bahwa membesarkan anak telah mengajarkan mereka banyak hal. Dari mana mereka belajar, jika bukan dari celotehan anak-anaknya dan menjadi penyabar dengan tingkah laku anak yang kadang tidak sesuai dengan kita (orang tua)”.
Menjadi ibu adalah salah satu hal yang paling diidam-idamkan perempuan. Namun, tidak lantas semuanya bisa berjalan sesuai yang kita bayangkan. Karena menjadi ibu butuh usaha ekstra, tidak ada salahnya bukan, mulai belajar dari sekarang, so be new parent… siapa takut….
Kamis, 23 April 2015
Ingatlah Allah sayang sama kita…
Assalamualaikum ..
Okayh back to my daily activity..#Ngeblog#, udah lama banget rasanya nggak nulis blog ini
Kali ini aku akan nulis sedikit renungan waktu aku dengar khutbah jumat di masjid dekat tempat aku bekerja..
Allah itu bener-benar sayang sama kita guys…
Allah selalu menaikkan derajat hamba-NYA yang selalu bersyukur…
Dalam kutipan khutbah yang aku dengar tadi berbunyi * Banyaknya cobaan bertubi-tubi, dan ujian yang kita alami, bukan karena Allah benci dan tidak suka sama kita, tapi sebaliknya, justru inilah bukti sayangnya Allah kepada kita*
Dengan adanya cobaan dan dengan adanya ujian yang sangat amat berat sekalipun itu artinya Allah sangat cinta dan sayang sama kita.
Allah akan melihat, Bagaimana kita menyikapi masalah dan ujian yang kita alami, apakah kita menyerah, apakah kita tetep berusaha memberikan yang terbaik, ataukah kita menyerah dengan cobaan itu dan tidak berbuat suatu hal dan mengeluh saja! Disinilah bukti kecintaan Allah…
Artinya dengan adanya cobaan itu ternyata Allah akan memberikan yang terbaik buat hamba_Nya, Allah akan menaikkah derajat hamba-Nya itu… “Subhanallah”
Well, bisa digarisin…kalau cobaan datang kepada kita kita hadapi dengan senyum…tetap berfikir positif dan jangan mudah menyerah… ingat semua itu tandanya Allah sayang dan cinta kepada kita…. Hadapi segalanay dengan senyum…optimislah semua pasti dapat dilalui…*ingat… Allah tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan hamba-Nya.
Selasa, 24 Februari 2015
Langganan:
Postingan (Atom)


